“Menjadi santri bukan sekadar status, tapi jalan hidup untuk terus belajar, beradab, dan berjuang.” Masa Enam Tahun di Pesantren Tahun 2009 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupku. Tahun itu, aku dinyatakan lulus dari Madrasah Aliyah Al-Ittifaqiah, sebuah lembaga pendidikan berbasis pesantren yang terletak di Desa Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Enam tahun aku…
Author: Yammi Khulaipah
Hadiah Manis dari Waktu yang Tepat
“Assalamu ‘alaikum, Mbak, punya antum udah selesai. Ma Sya Allah.. Antum pake amalan apa ini?” begitu tulisnya di WA tadi malam. Aku tersenyum bahagia. Rasanya dadaku hangat, penuh syukur. Nyaris saja aku melompat dari kursi ketika laman penyetaraan ijazah itu terbuka. Jantungku berdebar kencang. Aku tahu, kegembiraan yang luar biasa menyebabkan palpitasi itu. Aku masih…
5 Fakta Unik Jadi Ibu Rumah Tangga yang Doyan Nulis
Beberapa bulan belakangan ini, aku berusaha merutinkan nulis setiap hari. Mulanya terlihat seperti tantangan kecil, sebab tahun lalu aku sudah pernah menantang diri dengan challenge yang serupa. Namun ternyata, semakin aku berusaha konsisten, semakin terasa bahwa menulis bukan hanya sekadar kegiatan menuangkan kata. Semua orang tentu punya tantangannya masing-masing dalam menulis. Tapi untuk seorang ibu…
Millennial Teachers for Gen Z
Lagi asyik baca buku Millennial Teachers for Gen Z, tiba-tiba aku tersentak pada satu bagian. Duh ternyata, betapa rentang waktu kelahiran itu menimbulkan kesenjangan dan perbedaan yang tidak kecil, terutama dalam soal pendidikan dan pengajaran. Paragraf ini yang bikin aku langsung nyes-nyes: “Masih banyak generasi X dan Milenial yang kadang tidak bisa move on dari…
Bukan Sekadar Halaman ABY Bagian II
Kelas sudah berakhir. Seperti biasa saat pergantian jam pelajaran, aku ke kantor untuk beristirahat sejenak. Kubuka lagi buku ABY. Kuingat-ingat materi yang tadi kusampaikan; tentang perkenalan diri, beberapa kata ganti sederhana, dan sedikit arti mufrodat dalam bahasa Indonesia. Aku sudah membacakan hiwar, menerangkan artinya, lalu meminta anak-anak menirukan. Secara teori, tugasku rampung. Namun entah emosi…
Bukan Sekadar Halaman ABY
Pagi itu, aku menarik napas panjang sebelum membuka pintu kelas. Hatiku berdebar, sama seperti pertama kali aku berdiri di depan mahasiswa kampus beberapa tahun lalu. Bedanya kali ini bukan sebuah kelas dengan kursi single berderet rapi, melainkan sebuah ruang di pondok pesantren, dengan meja panjang berbangku dua, dan sebuah papan tulis whiteboard yang putihnya pudar…
Berjuang Merebut Beasiswa
“Tak usah kau ambil beasiswa ke India, tu. Mau bagaimana anak istrimu kalau kau jadi pergi. Dua tahun bukan waktu yang sebentar,” ceramah ibu pada Ari. Ari terdiam setengah merajuk. Perjuangan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah strata duanya berasa sia-sia. Padahal tinggal sedikit lagi, mimpi Ari tercapai. Segala sesuatu yang dibutuhkan sudah disiapkan. Ari hanya…
Cara Menyimpan Buku Ala KonMari
“Mungkin ingin membaca buku itu saat membelinya, tetapi jika saat ini belum juga membacanya, berarti peranan buku itu adalah mengajarkan bahwa kamu tidak membutuhkannya…“ ~Marie Kondo Waw! Sampai pada paragraf di atas, sontak membuatku berhenti dari kegiatan membaca. Aku mengingat berapa banyak buku-buku yang ada di rakku. Buku yang sudah kubaca, terbaca setengah, atau belum…
Kehilangan
Aku cemas. Aku masih mencari dan menunggu dirinya muncul. Sudah beberapa menit berlalu dari geledek dan petir, ia tak kunjung datang. Ke mana gerangan? *** Dengan pikiran kosong aku melihatnya naik motor bersama ibu yang tak dikenal. Aku tak habis pikir, mengapa dia mau? Aku juga tidak bilang aku mengizinkannya. Ah, mungkin dia membaca dari…
Perjuangan Mencari Tempat Tinggal Pasca Menikah
Ini hari pertama kami touch down di Yogyakarta berdua setelah menikah. Kami sepakat untuk tinggal di hotel hanya dua malam. Tidak boleh lebih dari itu, sebab tabungan pasca pernikahan kami sangat ngepas. Ditambah dengan kondisi sang suami yang belum punya pekerjaan. Kami memutuskan turun lapangan untuk mencari kontrakan rumah yang kami inginkan. Maka setelah sarapan kami…
