“Tidaklah seorang Muslim memanjatkan satu doa yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahim, kecuali Allah memberinya salah satu dari tiga perkara: Pertama, doanya tersebut dikabulkan segera. Kedua, disimpan untuknya di akhirat. Ketiga, dirinya akan dijauhkan dari keburukan yang senilai dengan permohonan yang dipintanya.“
~ Riwayat Imam Ahmad di dalam Musnad
Doa yang tak kasatmata tapi menjadi senjata mahadahsyat kaum Mukmin itu kadang dipanjatkan ketika kita punya masalah. Tak apa. Syekh Ali Jaber berkata dalam bukunya berjudul Rahasia Pintu-Pintu Keberkahan dan Rezeki, bahwa selagi manusia masih berdoa kepada Allah, tidak ada yang namanya putus asa. Walaupun doa kita tertunda diijabah, tapi Allah masih senang mendengar doa kita. Apalagi di saat berdoa, hati kita ikhlas.
Allah punya caranya sendiri bagaimana akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di atas menyebutkan bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa yang di dalamnya tidak ada dosa dan pemutusan tali silaturahim dengan tiga cara:

Pertama, diijabah langsung sesuai permintaan. Artinya, apa yang didapatkan dari doa sesuai dengan yang diharapkan, dibutuhkan dan diinginkan.
Kedua, Allah simpan doanya untuk hari Kiamat. Sebab di akhirat kita akan sadar, bahwa kita sangat membutuhkan doa-doa yang kita panjatkan.
Ketiga, Allah mengganti doanya dengan menghindarkan dari bala dan musibah yang sudah ditakdirkan oleh Allah. Contohnya, seseorang terus berdoa. Lalu di dalam takdir ada kecelakaan motor, tapi orang yang berdoa tadi selamat. Bisa jadi, selamatnya seseorang itu karena doa-doa yang dilangitkan. Meskipun doa yang dipanjatkan tentang jodoh, misalkan. Tapi Allah lebih mengabulkan doa dengan memberikan selamat dari kecelakaan.
Masih menurut Syekh Ali Jaber, bahwa ada satu hadis yang menyebutkan, ketika kita berdoa, doa kita akan naik dan takdir bala turun, kemudian keduanya bertemu di udara, di antara langit dan bumi. Mereka berkelahi. Siapa yang menang? Doa. Karena doa lebih kuat hingga mengalahkan takdir.
Lalu, bagaimana agar doa diijabah dengan cara-Nya?
Hendaknya berdoa dengan sikap sopan santun. Dengan mendahulukan puji-pujian sepenuh ta’zim, khusuk dan tawadu. Mengakui diri bahwa diri adalah insan yang lemah sementara Allah Sang Mahamengampuni, Mahakasih, Mahasayang, Mahasegala. Hendaknya pula kita hayati proses doa. Karena sejatinya kita sedang berkomumikasi langsung dengan-Nya. Setelah puji-pujian, tak lupa membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. Sebab, salah satu berkah doa adalah shalawat ke atas Nabi Muhammad SAW.
Demikian, semoga kita senantiasa menikmati proses doa. Tentang dikabulkan, biarkan Dia yang menentukannya. Selamat berdoa!

Tak semudah yang dipikirkan bila doanya ingin dijawab oleh Tuhan ya kak.
Kalau dipikir-pikir, meminta kepada manusia jauh lebih sulit daripada memohon kepada Allah ya, Kak.
masyaallah, versi terbaik seorang hamba harus ditampakan dengan adab yang baik ketika meminta. mkasih mba sudah diingatkan
Benar-benar bermanfaat sekali kak. Meminta kepada Tuhan memang lebih mudah dibandingkan kepada manusia
Maa syaa Allah… ^_^
Masya Allah, terimakasih kak, tulisannya bermanfaat