“Kita seangkatan dong. Aku dari Kairo,” ujarnya di grup besar calon anggota komunitas ODOP.
Segera kubalas secara pribadi ke pemilik pesan itu dan bertanya alumnus tahun berapa di kampus Al-Azhar. ‘Keren juga anak Kairo ini sudah bisa ikut komunitas menulis‘, batinku dalam hati sambil membayangkan aku yang seharusnya mulai ikut kegiatan yang sama sejak berada di bumi Kinanah.
Pesanku berbalas, “Tidak, Mbak. Itu nama kelompok saya waktu ikut OPREC ODOP dulu.”
Deg! Rupanya aku salah paham. Nama-nama kota luar negeri pernah dijadikan sebagai nama grup kegiatan OPREC. Kenapa pula aku ngga baca pesan-pesan itu lebih seksama, rutukku. Aku malu.
Itulah awal mula aku berbincang secara pribadi dengan Kak As Suci. Sebelumnya aku sudah sering melihatnya aktif menyapa dan mengarahkan kami calon anggota resmi ODOP di grup besar.
Lalu, siapa As Suci?
Nama itu unik dan mudah diingat. Saat kutanya apakah As singkatan atau macam alif lam dalam kaidah bahasa Arab, sang kakak pemilik nama menjawab itu nama asli. Menurut orang tuanya, As Suci maknanya Jalan yang Suci. Mereka berharap, sekotor dan sehina apapun dunia ini nantinya, As Suci akan tetap berada di jalan lurus nan suci. Menegakkan keadilan dan selalu berbuat baik. Memandang segala sesuatu dari sudut pandang yang bersih dan jernih. Agar kelak bisa masuk ke Jannah-Nya dengan membawa serta kedua orang tua.
Kak Suci lahir di Jombang, Jawa Timur. Kegiatan sehari-hari dijalaninya sebagai seorang istri, pengajar dan penulis. Alumnus Universitas Brawijaya Malang ini sangat suka membaca, menulis, mendengarkan musik dan menonton kartun. Pencapaian terbaiknya sejauh ini terpilih menjadi wartawan kehormatan Korea.net. Seorang yang gigih, punya motto hidup dua, “Di mana kamu ditanam, di situlah kamu harus berkembang. Dan selalu pergilah ke tempat yang menghargai serta merindukanmu.”
Dari penggemar menjadi wartawan kehormatan
Mulanya, Kak Suci mendengar info pendaftaran Honorary Reporter Korea.net atau yang dikenal di Indonesia dengan sebutan wartawan kehormatan dari seorang teman sesama penggemar Korea. Melansir dari websitenya, Korea.net adalah situs portal internet yang mewakili pendapat pemerintah Korea dan mempromosikan Korea secara daring.

Nah, setelah dinyatakan lulus sebagai wartawan kehormatan, kurang lebih enam bulan bergabung di sana, setidaknya tiga artikel yang ditulis Kak Suci telah berhasil lolos ke News Focus dengan viewers tertinggi dibandingkan artikel-artikel berbahasa Inggris, Arab, dan Prancis yang selalu nangkring paling atas. Artikel ini diantaranya yang membawa Kak Suci dinominasikan menjadi wartawan kehormatan terbaik.
Didapuk menjadi pemateri webinar
Sebagai penulis artikel yang viewersnya tinggi membuat Kak Suci didapuk menjadi pemateri oleh Kak Margareth, manager bahasa Indonesia di Korea.net. Kak Margareth meminta untuk mensosialisasikan betapa pentingnya EYD dalam menulis artikel. Acara webinar tersebut dipandu Kak Margareth dari Korea sana.

Koordinator OPREC ODOP tahun 2024-2025
Perkenalan Kak Suci dengan komunitas ODOP pertama kali lewat program RWC 2019. Setelah diberitahu kalau ODOP membuka pendaftaran anggota baru batch 7, dengan segala kegalauan dan maju mundurnya, akhirnya Kak Suci berani mendaftar mengikuti kegiatan OPREC ODOP. Betapa bungahnya saat dinyatakan lulus menjadi anggota resmi komunitas ODOP. Sebelumnya Kak Suci mengajukan diri menjadi koordinator RWC. Tapi karena posisinya sudah terisi, Kak Suci diminta menjadi koordinator OPREC periode ini.

