Dunia membaca dan menulis biasanya dikaitkan dengan dunia akademis, baik itu untuk mereka yang sedang mengenyam pendidikan di bangku sekolah, kuliah, atau para pengajar dan pendidik yang sedang membersamai mereka bertumbuh. Kenyataannya, membaca dan menulis bukan hanya urusan orang-orang akademisi saja.
Di beberapa komunitas membaca dan menulis, kutemui beberapa dari mereka adalah seorang ibu rumah tangga full power at home. Mereka berlomba-lomba membaca banyak buku, menuliskan review, pun insight-insight bacaan a.k.a hikmah yang diambil dari buku-buku itu. Dari mereka-mereka itu, termasuk diantaranya adalah aku.
Cintaku pada buku makin bertumbuh sewaktu kuliah di Kairo dulu, di mana salah satu waktu yang paling ditunggu-tunggu tiap tahun adalah berburu buku. Kami biasa menyebut event tahunan itu dengan ma’ridh/ma’radh (pameran buku) internasional. Pameran buku di Kairo menjadi pameran buku terbesar kedua setelah Frankfurt bookfair. Ya, wajar, ya. Booth-booth bukunya banyak, tempatnya pun luas sekali. Aku dan teman-teman bisa beberapa kali berkunjung. Kali terakhir kami berkunjung ke sini, kami membawa koper kabin untuk menyimpan buku-buku yang kami beli.
Tak ingin kecintaanku pada buku berhenti di diri sendiri, kumulai mengenalkan buku-buku kepada anak sejak dini. Aku mulai belajar, menganalisa, membandingkan buku apa yang terbaik dihadirkan untuk tumbuh kembang anak. Istilah perbukuan semisal boardbook, flip flap book, pop up 3D, busy book, sound book, baru kuketahui setelah punya anak pertama. Pelan-pelan, kami hadirkan buku bacaan untuk buah hati kami di rumah. Buku-buku yang dibanderol jutaan itu, tak ada arti harganya ketika melihat pencapaian-pencapaian anak dan kecintaan mereka dengan buku.
Berbekal semangat literasi itu pula, kuberanikan diri berjualan buku. Aku ingin berbagi semangat literasi untuk para Bunda dan calon Bunda semuanya. Betapa buku begitu penting. Buku menjadi pendamping hidup kita. Pepatah Arab mengatakan, “Khoiru jaliisin fi az-zaman al-kitabu.” Sebaik-baik teman duduk di tiap masa adalah buku.

Nah, biar uang pedapuran ngga jebol untuk membeli buku, para Bunda bisa mencoba tips-tips dan saran belanja buku berikut:
Pilih sesuai budget kantong
Murah dan mahal itu relatif. Kualitas murah dan mahal itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Aku pernah membeli buku yang harganya lebih murah dari jajan cilok abang-abang. Isinya memang sangat tidak memuaskan. Jangan kemakan dengan kata murah. Benarlah orang bilang, “Ada rupa ada harga.” Paket buku yang harganya jeti-jeti kalo dihitung per buku, harganya sesuai dengan kualitas.
Reason Why: “Mengapa kita harus menghadirkan buku itu untuk sang buah hati?”
Nah ini penting, apa yang akan kita ajarkan dan kita tanamkan pada si kecil? Jika tentang teladan hidup nabi Muhammad SAW. misalkan, maka pilih buku sirah-sirah yang sesuai dengan usia anak. Perhatikan juga kondisi buku, apa jenisnya, apa saja isinya, dan lain sebagainya.
Cari toko buku terpercaya; tidak memberatkan dan easy going
Setelah memilih buku dengan yang sesuai budget kantong, reason kebutuhannya juga sudah kuat, cari info toko buku mana yang bikin kita trust. Sering update dan intip-intip masalah perbukuan yang sedang diskon, ulasan buku menarik, atau kemudahan-kemudahan lain seperti tabungan, preloved, dsb. InsyaAllaah, pengeluaran tak akan berasa. Ada rasa puas juga bagi kita saat ‘ngeborong’ buku murah. Hehe..
Ala kulli hal, semoga pengalaman dan sedikit tips dapat membantu Bunda-bunda yang ingin menghadirkan produk edukasi dan literasi. Baik untuk bacaan diri sendiri maupun tambahan asupan gizi buat anak.


Sangat membantu sekali kak. Membaca merupakan jendela dunia. Semangat ya kak!
Semangat selalu, Akak. 😀
Suka banget sama ibu-ibu yang giat dengan literasi buku, termotivasi supaya nanti jadi ibu yang bisa mendidik anak supaya gemar membaca buku..
Semangat terus kak
Hayuuuk, semangat. Jadi madrasatul ula bagi anak yang bahagia
Jadi penasaran, gimana bazar buku di Kairo disambut sama orang lokalnya sendiri. Murah banget kah?
Dasarnya buku-buku lokal harganya murah sih budosen. Di bazar buku-buku luar yang jadi murah. Di waktu tertentu, kami pernah bejubel-jubel macam antri ngambil beras. 😀
tips untuk bisa budgeting buku, makasih bu saran-sarannya. doain biar nikah dulu ini, biar bisa menerapkan tipsnya ibun
Amiiin. Semoga diijabah doanya dipertemukan dengan yang paling baik pendampingnya, di waktu yang paling tepat menurutNya tentunya, Kak.
Semangat kak nulisnya, semoga bisa stay terus
Amiin. Semangat juga buat kak Indri.
waah masyaAllah bisa ikut bazar buku di kairo
Alhamdulillah, Akak. Saya dulunya kuliah di sana
Aku juga IRT yang mengisi kesibukan dengan mengajar menulis dan ngajar bimbel di rumah. Aku juga mengenalkan buku sama anak-anak sejak kecil dan membiasakan mereka untuk membaca.
Halo kak Ika. Salam kenal. Menjadi IRT bukan hanya mengurus urusan domestik, ya. Bertumbuh dan berdaya adalah salah satu cara kita mengajari anak-anak kan ya.
Dapat insight baru dari tulisannya. Semangat berbagi tulisan, kak.
Semangat, Bismillah.