“The world is a book and those who do not travel read only one page.”
~ Saint Augustine
Adakah di antara para pembaca di sini yang tak hobi jalan-jalan? Apakah Kamu salah satu yang menganggap bahwa jalan-jalan hanya sekadar hura-hura, menghambur-hamburkan uang dan kerjaannya cuma senang-senang? Wah, kalau begitu anggapanmu, sebaiknya Kamu membaca buku satu ini.
Setelah Kamu membaca bukunya, aku tidak menjamin bahwa Kamu akan langsung hobi jalan-jalan, ya. Big no! Tapi setidaknya, membaca buku ini akan mengubah paradigmamu tentang traveling. Ingat saja, dunia ini luas, Kawan.
Saint Augustine pernah berkata, “Dunia itu ibarat buku. Orang yang ngga melakukan traveling (sama sekali), sama dengan membaca buku satu halaman saja“. Perhatikan buku, ia terdiri atas ratusan bahkan ribuan halaman. Tiap lembar buku menyimpan banyak hal yang tak ada di halaman lain. Nah, kalau Kamu kurang suka membaca, mari lihat review isi buku ini di sini.
Blurb:
Banyak orang menganggap traveling hanya sekadar bersenang-senang dan menghabiskan uang. Sehingga, sebagian orang lebih memilih menggunakan uangnya untuk membeli barang. Namun, bagi saya, traveling dapat menjadi stress release. Traveling itu menyehatkan, terutama bagi jiwa dan pikiran. Sebab, rutinitas yang nyaris tanpa jeda lama-lama akan membuat kita tertekan, pikiran buntu, kreativitas hilang, dan ide-ide cemerlang tidak bisa ditemukan.
Di buku ini, selain membahas tentang traveling untuk penghilang stres, saya juga menceritakan pengalaman traveling ke berbagai tempat. Tidak hanya tempat-tempat jauh di luar negeri, tetapi juga daerah-daerah yang dekat dengan tempat tinggal saya. Sebab, traveling tidak melulu soal jauh dan dekat, tetapi pengalaman dan kesan didapat.
Judul: Traveling For Healthy | Penulis: Ayun | Penerbit: Cemerlang Publishing | Tahun Terbit: 2020 | Tebal: 167 Halaman

Daftar isi yang memikat keingintahuan pembaca
Laiknya jenis buku-buku traveling lain, buku ini berisi tentang catatan-catatan perjalanan penulis dalam melakukan traveling, baik itu pengalaman berharganya, tips menjaga kesehatan, maupun persiapan-persiapan yang dilakukan sebelum memulai traveling. Menariknya, penulis mengawali bab pertama dengan mengemukakan argumennya lebih dulu tentang mengapa traveling itu penting bagi kesehatan.
Buku ini terdiri dari lima bab dengan judul yang beragam. Dua bab diantaranya mengupas alasan di balik manfaat traveling untuk kesehatan jiwa dan pikiran. Kemudian pada tiga bab terakhir, penulis uraikan tips-tips, kiat-kiat, serta serba-serbi beberapa tempat yang dikunjungi penulis.
Kesederhanaan pemilihan kata dalam daftar isi, serta keutuhan kalimat dari judul-judul di tiap bab menjadi poin plus. Pembaca dengan mudah mengerti arah pembahasan yang akan dijumpai. Pembaca juga dapat memilih langsung bab mana yang ingin dibaca lebih awal tanpa mengenyampingkan bab-bab lain.
Tips-tips yang bisa menjadi referensi
Tips dan kiat-kiat di dalam buku ini sangat membantu traveler pemula untuk memulai perjalanan. Sebab banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan traveling. Salah satunya adalah bagaimana supaya perjalanan itu memiliki banyak warna, kaya pengalaman, dan paling penting ngga bikin kantong jebol.
Akhirnya, bukan over thinking lebih dulu, tapi mulai aja dulu! Selamat berjalan-jalan. 😀
