Sudah lebih dari seminggu aku mengikuti rangkaian kegiatan Open Recruitment (OPREC) ODOP. Makin ke sini kegiatan nge-blog semakin menantang. Bagi yang baru membiasakan diri, menulis dan mengunggah tulisan ke dalam blog tiap hari tentu berat. Ada angin topan yang akan merobohkan tujuan bila tak punya strategi jitu. Beruntungnya, kami dibersamai para PJ yang selalu mendampingi. Mempersilakan mengomunikasikan apa saja kesulitan yang dihadapi. Pun teman-teman sekelas yang saling menyemangati satu sama lain.

Jadi, bagaimana sejarah komunitas ODOP?
ODOP adalah singkatan dari One Day One Post, dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia berarti Satu Hari Satu Kiriman Tulisan. Komunitas ini diinisiasi oleh seorang guru bloger dan pengasuh di Sekolah Sosial Rumah Muda Indonesia bernama Syaiful Hadi atau lebih dikenal dengan sebutan Bang Syaiha. Mulanya, Bang Syaiha aktif menulis di laman Kompasiana. Karena traffic yang cukup tinggi di masa itu, Bang Syaiha berpindah platform menulis ke blog pribadi.
Tentu kegiatan menulis di blog pribadi tidak seramai pengunjung Kompasiana. Hal itu kemudian menjadi ide Penggagas untuk mencari teman sefrekuensi yang memiliki keinginan menulis tiap hari. Seiring berjalannya waktu, orang-orang berkumpul dan bergabung dalam sebuah wadah ini. Tahun 2015, ODOP membuka pendaftaran anggota angkatan pertama.
Pengurus ODOP dari masa ke masa
Setelah resmi membuka pendaftaran anggota komunitas, kegiatan-kegiatan ODOP diasuh langsung oleh Bang Syaiha. Namun, kian waktu kegiatan-kegiatan inisiator ODOP ini makin bertambah. Pun melihat kenyataan di lapangan, orang-orang makin antusias dan berminat untuk bergabung dalam komunitas ini. Maka secara resmi dibentuklah kepengurusan ODOP generasi pertama pada tahun 2017. Hingga sekarang, tongkat estafet kepengurusan ketua ODOP telah berganti sebanyak delapan kali. Adapun ketua ODOP dari masa ke masa sebagai berikut:

1. Heru Sang Amurwabumi
2. M.S. Wijaya
3. Wakhid Basayev
4. Sakifah
5. M. Zein
6. Jihan Mawaddah
7. Nimas
8. Jihan Mawaddah

Program-program ODOP
Kegiatan-kegiatan ODOP ada di luar ekspektasiku. Kukira aku hanya berkumpul dengan orang-orang yang hobi menulis tanpa ada bedah tulisan dan sharing ilmu tambahan tentang kepenulisan dan blogging. Ternyata ada banyak kegiatan keren yang dinaungi ODOP. Di antara kegiatan-kegiatan itu adalah:
• ODOP Nulis Buku (ONB), merupakan kelas bimbingan menulis hingga menerbitkan buku.
• ODOP Tembus Media (OTM), adalah kelas bimbingan menulis, kemudian dilatih untuk mengirimkan karya-karya tulisannya ke media cetak maupun daring.
• Ramadhan Writing Challenge (RWC), kegiatan menulis rutin yang diselenggarakan oleh komunitas ODOP khusus bulan Ramadhan.
• ODOP Blogger Squad (OBS), yaitu kelas bimbingan menulis di blog.
• Reading Challenge ODOP (RCO), adalah kegiatan membaca sesama anggota komunitas.
Selain kegiatan Ramadhan Writing Challenge (RWC), yang dapat mengikuti program-program di atas hanyalah anggota komunitas ODOP. Adapun untuk menjadi anggota resmi ODOP, calon anggota digembleng terlebih dahulu dalam kegiatan-kegiatan OPREC selama kurang lebih tiga puluh lima hari.
Disarikan dari: Materi di kelas OPREC ODOP yang disampaikan oleh Bapak Heru Sang Amurwabumi.

wah makasih mba, sudah membahas ulang tentang komunitas ODOP, lengkap bnget, semoga bnyak yag lebih tau tentang ODOP, karena aku pribadi ngersain banget manfaatnya gabung dan ketemu teman teman yg seneng nulis tuh, sesuatu banget.