Skip to content
Catatan Khulaipah
Menu
  • Home
  • Travelogue
  • Review Buku
  • Catatan
  • Nostalgia
  • Contact
Menu

Pendekatan Muslim Dalam Memahami Ayat-Ayat Al-Qur’an Menurut Abdullah Saeed

Posted on June 29, 2024 by Yammi Khulaipah

“Apabila Anda membaca Al-Qur’an, maknanya akan jelas di hadapan Anda. Tetapi bila Anda membacanya sekali lagi, akan Anda temukan pula makna-makna lain yang berbeda dengan makna-makna sebelumnya. Demikian seterusnya, sampai-sampai Anda (dapat) menemukan kalimat atau kata yang mempunyai arti yang bermacam-macam, semuanya benar atau mungkin benar.”

~ Quraish Shihab

Al-Qur’an, semakin digali semakin banyak mengeluarkan hikmah yang berbeda-beda. Sungguh, tak akan ada habisnya maksud-maksud yang terkandung didalamnya. Tiap kata dan kalimat yang dibaca, tanpa terasa akan melahirkan makna baru di dalam jiwa.

Alquran dapat dibaca dan mampu dipahami oleh semua kalangan. Implikasinya, hubungan manusia dengan Al-Qur’an semakin harmonis. Semakin manusia kembali pada Al-Qur’an, semakin membumi Al-Qur’an di dunia. Keharmonisan interaksinya dengan manusia akan membuktikan bahwa Al-Qur’an Shalih Li Kulli Zaman wa Makan. Setiap elemen, jenis, ras, atau apapun mampu berinteraksi dengan Al-Qu’ran sesuai kemampuan yang mereka punya.

Para ulama sudah banyak menulis tentang syarat-syarat Muslim menjadi seorang mufassir. Salah satu pembahasan tentang mufassir adalah pendekatan Abdullah Saeed dalam mengidentifikasi pendekatan Muslim dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an (khusunya terhadap ayat-ayat etika-hukum). Abdullah Saeed mengidentifikasikan pendekatan dalam memahami ayat-ayat itu pada periode modern ke dalam tiga bentuk: Tekstualis, Semi-Tekstualis, dan Kontekstualis. Pengelompokan ini didasarkan pada sejauh mana penafsir berpegang pada kriteria linguistik untuk menentukan makna teks, memperhitungkan konteks sosio-historis, dan konteks kontemporer masa sekarang.

Kelompok Tekstualis mengikuti teks dan mengadopsi pendekatan linguistik terhadap teks. Pandangan kelompok ini mengatakan bahwa Al-Qur’anlah yang harus menuntun umat Islam, bukan apa yang disebut dengan ‘kebutuhan-kebutuhan’ modern. Jadi ketika menafsirkan teks, golongan ini menganggap makna Al-Qur’an sudah tetap dan universal, tanpa memperhatikan konteks sosio-historis tatkala teks diwahyukan.

Sedangkan Semi-tekstualis, pada dasarnya masih mengikuti Tekstualis pada penekanan linguistik dan menolak konteks sosio-historis ketika menafsirkan. Bedanya, kelompok semi-tekstualis mengemas ayat-ayat (khususnya ayat etika-hukum) dalam idiom ‘modern’.

Yang terakhir, kelompok kontekstualis menekankan konteks sosio-historis. Kelompok ini mengusulkan penafsiran ayat dengan memahami konteks politis, sosial, historis, kultural, dan ekonomi ketika ayat ini diturunkan. Kesannya, kelompok ini lebih memberikan kebebasan dalam menginterpretasikan ayat A-Qur’an untuk menentukan yang bisa dan tidak bisa berubah.

Memahami Al-Qur’an dari sudut pandang manapun nampaknya menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat modern. Al-Qur’an tidak akan berubah sekalipun dipahami dengan multi-tafsir. Beberapa tahun ke depan, mungkin makna penafsiran juga akan bergeser. Buku-buku tafsir Al-Qur’an 30 juz tidak lagi digemari. Orang-orang lebih suka membukukan tafsir dengan menggunakan metode tematik, misalknya, sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi. Atau parah-parahnya, mencomot ayat-ayat yang pas untuk menguatkan ideologi-ideologi tertentu.

Tidak dinafikan bahwa pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an secara tekstual membuat orang yang menafsirkannya terkesan kaku dan cenderung tidak bersesuaian dengan kemajuan zaman. Namun, pemahaman berbentuk kontekstualis juga akan melahirkan dilema. Sebatas mana pemakaian makna yang tampak dan yang tersirat, juga sebatas mana keduanya bisa relevan satu sama lain. Hal ini tentunya tidak mudah, akan tetapi bisa diterapkan.

[Allahu A‘lam Bisshowab]

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kenapa Liburan ke Solo dari Jogja Lebih Seru Naik KRL?
  • Refleksi Hari Santri: Sekali Santri, Tetap Santri
  • Hadiah Manis dari Waktu yang Tepat
  • 5 Fakta Unik Jadi Ibu Rumah Tangga yang Doyan Nulis
  • Millennial Teachers for Gen Z

June 2024
MTWTFSS
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
« May   Jul »

Hallo, I'm Khulaipah. This is my personal blog. I love write everything.

Please enjoy my blog and don't forget to drop your comment~

"Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bandingkan dirimu dengan versi dirimu yang kemarin."

© 2026 Catatan Khulaipah | Powered by Superbs Personal Blog theme