Skip to content
Catatan Khulaipah
Menu
  • Home
  • Travelogue
  • Review Buku
  • Catatan
  • Nostalgia
  • Contact
Menu

Membangun Personal Branding Bukan Pencitraan Atau Flexing

Posted on June 24, 2024 by Yammi Khulaipah

Be so good that people google about you and your work. Be so good that people cant ignore you. Be so good that your reputation precedes where you live and who you know.

~Fellexandro Ruby

Kutipan di atas kutandai betul. Mbak Ji, penyampai materi kali itu sekaligus ketua komunitas ODOP periode ini memaparkan personal branding dengan begitu elegan. Kutuliskan resumenya ini sebagai pengikat ilmu dari materi yang telah disampaikan. Bagi kalian yang membacanya semoga memperkaya khazanah pemahaman dan pengetahuan.

[Kulwap materi personal branding oleh Mbak Ji pada acara OPREC ODOP Batch 12]
Personal Branding merupakan sebuah gambaran pemikiran masyarakat tentang diri seseorang. Pemikiran itu mencerminkan nilai-nilai, kepribadian, keahlian dan kualitas yang membuat seseorang berbeda dari yang
lainnya. Sederhananya, personal branding seperti aura dalam diri kita. Orang akan melihat aura tersebut dan mempersepsikan tentang diri kita dalam benak mereka.

Menurut Mbak Ji, personal branding adalah membangun reputasi dengan memamerkan karya dan skill yang kita miliki, no gap, dan butuh track record yang baik. Sedangkan pencitraan adalah melakukan apa saja yang penting ‘publik’ suka dan tidak berdasarkan kompetensi yang kita miliki.

Bagaimana cara membangun personal branding yang bagus?

Untuk membangun personal branding yang bagus, kita perlu membangun karakter diri kita lebih dulu serta mengusahakan orang lain tahu karakter diri kita. Karakter berkaitan erat dengan aktivitas yang kita lakukan sehari-hari.

Di era teknologi yang canggih ini, kita akan semakin butuh untuk meninggalkan jejak digital dalam membangun branding diri. Katanya Mbak Ji, personal branding itu bukan pencitraan semata, bukan pula flexing gak ada isinya. Personal branding adalah orang-orang dengan mentalitas, “Saya berbagi pengalaman, ilmu, dan pemikiran personal yang bermanfaat bagi orang lain, dengan menggunakan media yang cocok untuk dampak yang baik.”

Mari mulai dari kelebihan yang kita miliki. Tuliskan kelebihan-kelebihan itu dan fokuskan untuk mendalaminya hingga menjadi ahli. Jika belum tahu apa yang menjadi kelebihan dari diri kita, bisa berangkat dari apa yang kita gemari, yang bisa membedakan kita dengan orang lain.

Membuat berbeda dari yang lain sekaligus mencari ciri khas diri sendiri bukan perkara satu dua hari jadi. Galilah lebih dalam dan matang, buatlah lebih spesifik akan dikenal orang seperti apa. Misalnya, jika ingin dikenal sebagai penulis, mau penulis yang bagaimana? Penulis novel kah? Penulis cerpen? Atau penulis buku non fiksi?

Nah, setelah menetapkan keinginan apa yang ingin kita ciptakan untuk dikenal orang, langkah selanjutnya adalah mengembangkan personal branding. Membangun personal branding harus otentik, relevan dan konsisten. Ia berangkat dari talk the walk. Yaitu, berani melakukan apa yang dikhutbahkan alias melakukan lebih dulu sebelum bersuara.

Tentang talk the walk, aku jadi teringat ayat-ayat Al-Quran yang mengangkat spirit yang sama. Dalam QS. Ash-Shaf: 2-3, Allah berfirman:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفۡعَلُونَ * كَبُرَ مَقۡتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُوا۟ مَا لَا تَفۡعَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

Nilai plus mengasah dan mengembangkan potensi diri

Membangun personal branding harus bertarget waktu. Selain itu, wajib juga menuliskan goal dan mempunyai ambisi. Pengorbanan pun tak kalah pentingnya. Pengorbanan ibarat investasi untuk melangkah lebih jauh. Investasi bisa berupa waktu, energi dan biaya.

Di akhir materi, closing statement Mbak Ji makin bikin diri terpukau. Mbak Ji mengutip hasil penelitian dari Malcolm Gladwell, yang berkesimpulan bahwa orang sukses minimal telah melakukan, mencoba, berlatih selama minimal 10.000 jam. Ambisiku untuk mematuhi hukum sepuluh ribu jam terbang itu pernah kutulis lebih awal di sini.

4 thoughts on “Membangun Personal Branding Bukan Pencitraan Atau Flexing”

  1. Ulfa Khairina says:
    June 25, 2024 at 6:15 am

    Makasih, Mbak. Sudah dibuatkan rangkumannya.

    Reply
  2. Ika Ledjaph says:
    June 25, 2024 at 9:13 am

    Ada usaha … Ada hasil , begitu kira-kira yang kita lakukan. Personal branding tidak dilakukan dengan santai-santai ternyata. Butuh effort segitunya, bahkan sampai 10.000 jam berlatih.

    Reply
  3. Purwosari says:
    June 25, 2024 at 2:26 pm

    Kalau lupa materinya bisa mampir ke blog kakak nih.. Hehe

    Reply
  4. Nia says:
    June 29, 2024 at 2:00 pm

    Personal branding selalu bermanfaat bagi mereka yang memerlukan hal tersebut

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kenapa Liburan ke Solo dari Jogja Lebih Seru Naik KRL?
  • Refleksi Hari Santri: Sekali Santri, Tetap Santri
  • Hadiah Manis dari Waktu yang Tepat
  • 5 Fakta Unik Jadi Ibu Rumah Tangga yang Doyan Nulis
  • Millennial Teachers for Gen Z

June 2024
MTWTFSS
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
« May   Jul »

Hallo, I'm Khulaipah. This is my personal blog. I love write everything.

Please enjoy my blog and don't forget to drop your comment~

"Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bandingkan dirimu dengan versi dirimu yang kemarin."

© 2026 Catatan Khulaipah | Powered by Superbs Personal Blog theme