Skip to content
Catatan Khulaipah
Menu
  • Home
  • Travelogue
  • Review Buku
  • Catatan
  • Nostalgia
  • Contact
Menu

Temu Janji Antaran

Posted on June 30, 2024 by Yammi Khulaipah

Siapa yang pernah mengalami di tengah studinya melepas status masa lajang? Di kampungku, fenomena begini masih sangat jarang terjadi. Jika ingin menikah, ya menikah. Jangan harap di tengah studi kamu mau menikah. Karena bagi umumnya masyarakat, urutan pernikahan adalah urutan yang ada setelah selesai masa studi.

Lain lagi untukku. Di tengah studi S2, aku dipinang oleh seorang laki-laki berani, yang obrolan pertama kami kembali setelah beberapa tahun, pernah kuceritakan di sini. Sementara sampai detik itu, calon suamiku masih belum mendapat pekerjaan. Anehnya, aku tidak merasa khawatir tentang rezeki dan kehidupan mendatang. Bukankah semua rezeki dan takdir sudah ditentukan?

Bukan satu dua kali lamaran pekerjaannya digantung bahkan ditolak. Setelah resign dari pekerjaannya di Bahrain, calon suami masih mengusahakan mencari pekerjaan di sana sebelum memutuskan boyong ke Indonesia. Beberapa perusahaan sempat menerima. Sudah sampai tahap training, diperkenalkan dengan beberapa staf dan tempat kerja, namun saat membicarakan visa keluarga, perusahaan itu keberatan. Dapat lagi satu perusahaan lain tetapi bernasib sama. Maka keputusannya adalah kembali ke Indonesia.

“Bagaimana jika masih saja belum dapat pekerjaan?” Tanyanya padaku suatu kali.

Ia tampak gusar dengan keadaannya. Siapa yang tidak khawatir. Memasuki bahtera rumah tangga bukan hanya tanggung jawab pada diri sendiri. Di sana sudah ada istri, keluarga besar, belum lagi jika sudah punya anak.

“Inshaallah akan Allah mudahkan, Dear. Rezeki sudah diatur kadar dan ketentuannya. Pun usaha, doa dan tawakal merupakan satu kesatuan. Berusaha dalam batas kemampuan kita, terus berdoa meminta yang terbaik menurut-Nya kemudian tawakal akan hasil yang diberikan. Apa pun keputusan-Nya kita terima dengan lapang dada. Tidaklah Allah sudah mengatur semua apa yang ada di langit dan bumi? Kita kencangkan saja doa. Kita bulatkan lagi niat dan tekad. Inshaallah semua dimudahkan” Imbuhku lagi panjang lebar.

“Semoga selamanya begini, Dear. Di tiap apa pun keadaan kita akan saling menguatkan dan menyokong satu sama lain,” balasnya.

Aku terdiam. Semoga yang kukatakan padanya benar-benar lahir dari diriku sendiri. Agar pada akhirnya aku tidak kecewa. Aku tidak ingin bergantung dan berharap pada manusia. Di dasar jiwa ini, masih kuakui ada Pemilik hati, Pemilik jiwa yang semuanya sudah diatur pada porosnya sendiri.

“Besok kita ketemu, ya. Kujemput kamu di rumah. Ajak adikmu kita ke Palembang bareng.” Tambahnya lagi.

Kami sepakat untuk membeli antaran bersama. Antaran adalah barang-barang yang dibawa oleh pihak laki-laki yang berisi perlengkapan mandi, perlengkapan make up, tas, baju, sepatu, kain potongan, mukena, kue lapis, pisang, gula, susu, teh, kelapa muda, dan lain-lain (biasanya kebutuhan sandang dan pangan).

Jaman dulu, mempelai perempuan menerima apa adanya apa-apa yang disediakan dari pihak laki-laki. Kini tampaknya paham tersebut bergeser. Calon mempelai perempuan diperbolehkan memilih sendiri barang-barang antaran. Aku memilih apa-apa yang sudah kutulis dan kupersiapkan dari rumah.

Di Palembang, kami berhenti istirahat menghilangkan penat dan haus. Ada satu kedai makan favorit kami, toko makan Martabak Har. Martabak har, satu makanan khas kota Palembang selain pempek yang terkenal.

4 thoughts on “Temu Janji Antaran”

  1. Ulfa Khairina says:
    July 1, 2024 at 3:01 am

    Masyaallah, kisah yang romantis dan bikin hati kebat kebit saat membacanya. Terima kasih sudah menginspirasi, Kak.

    Reply
  2. Nia says:
    July 1, 2024 at 1:33 pm

    Romantis sekali kak. Benar-benar dibawa seperti melihat langsung narasinya.

    Reply
  3. Purwosari says:
    July 1, 2024 at 3:18 pm

    Sempet kepikiran ngga papa kali ya nikah padahal belum lulus kuliah, tapi dipikir-pikir nggak akan bisa, jodohnya aja belum nemu, wkwkwk

    Reply
  4. Ika Ledjaph says:
    July 1, 2024 at 4:59 pm

    Jadi inget sa diri sendiri. Aku pun mbeli sendiri semua barang hantaran, pastinya dengan ditemenin sama calon suami waktu itu.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kenapa Liburan ke Solo dari Jogja Lebih Seru Naik KRL?
  • Refleksi Hari Santri: Sekali Santri, Tetap Santri
  • Hadiah Manis dari Waktu yang Tepat
  • 5 Fakta Unik Jadi Ibu Rumah Tangga yang Doyan Nulis
  • Millennial Teachers for Gen Z

June 2024
MTWTFSS
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
« May   Jul »

Hallo, I'm Khulaipah. This is my personal blog. I love write everything.

Please enjoy my blog and don't forget to drop your comment~

"Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bandingkan dirimu dengan versi dirimu yang kemarin."

© 2026 Catatan Khulaipah | Powered by Superbs Personal Blog theme